PROFIL

BADAN USAHA MILIK DESA

‘MADUKORO BUSINESS CENTRE’

DESA MADUKORO

KECAMATAN KOTABUMI UTARA

KABUPATEN LAMPUNG UTARA

PROFIL USAHA BUMDESA

 

NAMA BUMDESA    : MADUKORO BUSINESS CENTRE

ALAMAT DESA          : MADUKORO

KECAMATAN            : KOTABUMI UTARA

KABUPATEN            : LAMPUNG UTARA

PROPINSI                  : LAMPUNG

NPWP                          : 86.906.964.1-326.000

TANGGAL BERDIRI : JANUARI 2018

DASAR PENDIRIAN

  1. Peraturan Desa MADUKORO Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa
  2. Peraturan Desa MADUKORO Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Badan Usaha Milik Desa

 

STRUKTUR BUMDES MADUKORO BUSINESS CENTRE

Ketua                                                                                      : Mursalin, S.Pd

 

Sekretaris                                                                               : Fauzan Anshori,S.Pd

Bendahara                                                                             : Fuad Zulkarnain,S.Kom.

Kepala Unit Toko Warga (TOGA)                                        : Agus Syahrizal

 

Kepala Unit Warung Kopi                                                    : Fredi

Kepala Unit Studio Musik                                                     : M. Javid Iqbal

Kepala Unit Futsal                                                                 : Tri Yulianto

Kepala Unit Lapak Hasil Bumi                                             : Rauf Marzuki

Kepala Unit Bank Sampah                                                    : Afrilian Affandi

 

  1. SEJARAH PENDIRIAN BUMDESA MADUKORO BUSINESS CENTRE

Sejarah berdirinya BUMDESA MADUKORO BUSINESS CENTRE berawal dari unit usaha TOGA (Toko Warga) yang direncanakan pada awal tahun 2018. Pada bulan Desember 2018, melalui Perdes No. 4 Tahun 2018 tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan TOGA didesain sebagai salah satu unit usaha Retail MADUKORO BUSINESS CENTRE yang bergerak pada bidang penjualan sembako.

Kemudian, guna memberikan daya dukung atas pelaksanaan program tersebut, pemerintah desa mengalokasikan dana penyertaan yang ditujukan untuk pendirian BUMDesa sebesar Rp. 22.000.000,- dari silva Penyertaan Modal tahun 2017 ditambah dengan Rp. 80.000.000,- sebagai modal penyertaan tahun 2018, sehingga secara keseluruhan, setoran modal pemerintah desa sejumlah Rp. 102.000.000,- . Setoran modal tersebut, digunakan untuk pembangunan TOGA dan pengadaan sarana prasarana warung kopi (Kafe Desa).

  1. BUMDesa MADUKORO BUSINESS CENTRE Pasca UU 6/2014

Tiga tahun setelah terbitnya UU 6/2014 tentang Desa serta beberapa saat setelah Kementrian Desa PDTT menerbitkan Peraturan Menteri Desa No. 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa maka pemerintah desa MADUKORO dalam rangka untuk melakukan penyesuaian atas kedua peraturan tersebut diatas kemudian menerbitkan Peraturan Desa Nomor 5 tahun 2018 tentang BUMDesa MBC (MADUKORO BUSINESS CENTRE).

Dalam Anggaran Dasar BUM Desa MADUKORO BUSINESS CENTRE sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Desa tersebut dijelaskan bahwa maksud dari pendirian BUM Desa MADUKORO BUSINESS CENTRE adalah:

 

  1. Pengembangan kemampuan SDM sehingga mampu memberikan nilai tambah dalam pengelolaan asset ekonomi desa,
  2. Mengintegrasikan produk-produk ekonomi pedesaan sehingga memiliki posisi nilai tawar baik dalam jaringan pasar,
  3. Mewujudkan skala ekonomi kompetitif terhadap usaha ekonomi yang dikembangkan,
  4. Menguatkan kelembagaan ekonomi pedesaan
  5. Mengembangkan unsur pendukung seperti perkreditan mikro, informasi pasar, dukungan teknologi dan manajemen, prasarana ekonomi dan jaringan komunikasi maupun dukungan pembinaan dan regulasi.
  6. Untuk meningkatkan nilai guna atas aset dan potensi desa untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa; dan
  7. Untuk meningkatkan kemampuan keuangan Pemerintah Desa MADUKORO dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi masyarakat

Sedangkan tujuan pendirian BUM Desa MADUKORO BUSINESS CENTRE adalah:

 

  1. Mewujudkan kelembagaan perekonomian masyarakat perdesaan yang mandiri untuk memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat;
  2. Mendukung kegiatan investasi lokal, penggalian potensi lokal serta meningkatkan keterkaitan perekonomian perdesaan dan perkotaan dengan membangun sarana dan parasarana perekonomian perdesaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan produktivitas usaha perdesaan;
  3. Mendorong perkembangan perekonomian masyarakat desa dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam merencanakan dan mengelola pembangunan perekonomian desa;
  4. Meningkatkan kreativitas dan peluang usaha ekonomi produktif masyarakat desa yang berpenghasilan rendah;
  5. Menciptakan kesempatan berusaha dan membuka lapangan kerja; dan
  6. Meningkatkan pendapatan asli desa.

 

Dukungan pemerintah desa pasca lahirnya UU Desa disamping berupa dukungan regulasi sebagaimana yang disampaikan diatas juga berupa fasilitasi penambahan modal dengan jumlah total Rp. 139.071.000,- yang diberikan secara bertahap dalam dua tahun anggaran 2018 dan 2019, sehingga total penyertaan modal desa di BUMDesa MADUKORO BUSINESS CENTRE dari sejak awal pendiriannya adalah Rp 241.071.000,-

Dukungan regulasi maupun fasilitasi penambahan modal yang diberikan kepada BUMDesa MADUKORO BUSINESS CENTRE, menjadikan BUMDesa MADUKORO BUSINESS CENTRE berkemampuan untuk meningkatkan produk dan layanannya. Pada tahun 2019 ini setidaknya terdapat lima unit usaha yaitu TOGA, Warung Kopi dan Studio Band, Lapak Hasil Bumi serta jasa sewa Lapangan Futsal. Studio Band dan Lapangan Futsal direncanakan beroperasi di Bulan November tahun 2019. Tahun 2020 direncanakan dengan membentuk satu unit baru yaitu Bank Sampah.

Pada Bulan Desember 2018, Desa Madukoro mengadakan Diklat mengenai BUMDes untuk persiapan pngelolaan BUMDes

 

III.   JENIS BIDANG USAHA

  1. Toko Warga (TOGA)

Istilah TOGA muncul sebagai cita-cita untuk menciptakan sebuah sistem layanan pemasaran terhadap produk-produk masyarakat desa supaya mempunyai sistem dan penetrasi pasar yang lebih baik lagi.

Unit ini beroperasi dibulan Juli 2019 dan terus mengalami perkembangan dari aspek jumlah pelanggan/masyarakat yang dilayani. Unit ini dibangun dengan menggunakan Dana Desa Tahun 2018 dengan isi toko bersumber dari penyertaan modal masyarakat berupa gelar saham Rp. 20.000,-/lembar yang diperuntukan untuk warga kurang mampu sehingga bisa merasakan manfaat adanya Dana Desa.

Lembar saham digelontorkan selama 5 bulan dari Januari hingga Mei 2019 dengan asumsi setiap KK tidak mampu dapat memiliki 5 lembar saham dengan total nilai Rp. 100.000,- per KK dengan konsep pembelian satu lembarsaham setiap bulan. Karena target dibulan Mei belum tercapai untuk memulai usaha TOGA, maka pada bulan Mei sampai Juni 2019, pengurus BUMDes membuat sebuah kebijakan dengan menggelar saham tanpa batas dan boleh dimiliki seluruh warga Desa Madukoro. Pada akhir Juni terkumpul dana sekitar Rp. 68.000.000,- atau sekitar 3.400 lembar saham. Modal inilah yang digunakan sebagai aktifa lancar berupa isi toko.

Berikut Visualisasi perjalanan Toko Warga MBC Desa Madukoro

Gelar Saham melalui proses musyawarah dan mufakat dengan diawali sosialisasi kepada seluruh Dusun yang ada di Desa Madukoro.

Pertemuan Wakil Warga dan Gelar Saham Toga Warga

 

Unit Toga dikembangkan di Tahun 2019 dengan membangun gudang dan pengadaan sarana prasarana Toko. Gudang Toko sangat diperlukan terkait dengan stok opname barang-barang toko sehingga jumlah dan nilai barang dapat dikontrol dan memudahkan Kepala Unit untuk membuat laporan keuangan toko

Gudang Stok Barang Toga

 

  1. Warung Kopi

Unit Warung Kopi MBC beroperasi di bulan Februari 2019 dengan menggunakan sisi Balai Desa, sisi Toko Warga dan depan Toko Warga. Unit ini terhenti sejenak saat bulan Romadhon dikarenakan Kepala Unit mengundurkan diri karena menerima pekerjaan freelance dari Gudang Garam dan beroperasi kembali pada bulan Oktober 2019.

Unit ini menjual Kopi saji, the saji, bandrek, makanan ringan, dll dimana bahan baku diusahakan sebisa mungkin berasal dari Toko Warga sehingga aliran dana sedapat mungkin pararel untuk sebesar-besarnya keuntungan semua unit usaha.

 

Aktifitas Warung Kopi MBC

  1. Unit Studio Musik

Sarana dan Prasarana unit ini berasal dari Penyertaan Modal Tahun 2019. Nilai investasi sebesar Rp.    92,874,500,-. Unit ini akan beroperasi di Bulan November 2019, hal ini disebabkan karena pengadaan alat-alat musik menunggu Dana Desa tahap akhir Tahun 2019 sebesar RP. 40.100.000,-

Pembangunan Studio Musik

 

  1. Unit Futsal

Unit ini dibangun dengan dana desa tahun 2018 dengan nilai sebesar                                       Rp. 168,256,550,-. Karena kondisi yang belum memungkinkan untuk sebuah unit usaha dimana anggaran Tahun 2018 tidak termasuk pemasangan jarring keliling lapangan, maka unit ini menunggu Pemasangan Jaring seputar lapangan dari dana desa tahap akhir tahun 2019 sehingga Unit ini diperkirakan beroperasi di bulan November 2019

 

Pembangunan Lapangan Futsal

 

  1. Unit Lapak Hasil Bumi

Unit ini sangat diperlukan mengingat mayoritas penduduk Desa Madukoro adalah petani, baik singkong, maupun palawija lainnya. Unit sudah berdiri lama atas nama KUD Bahtera Samudera, karena berbagai hal usaha ini lama terhenti. Atas dasar kerjasama dengan pengurus KUD dan BUMDes maka terbentuklah unit lapak hasil bumi. Lapak ini beroperasi dipertengahan Oktober tahun 2019.

 

  1. Unit Bank Sampah

Unit ini berawal dari observasi keadaan sosial warga Desa Madukoro dengan jumlah penduduk sekitar 6.500 jiwa dengan jumlah KK sekitar 1.781 KK, maka diperlukan sebuah wadah yang bisa mengatur pengelolaan sampah yang timbul. Pembangunan Gudang akan dibangun di tahun 2020 dengan menggunakan dana desa yang nantinya akan diserahkan kepengurus BUMDes MBC Desa Madukoro. Perkiraan operasi unit ini dipertengahan Tahun 2020